caturtunggal.com http://caturtunggal.com web desa Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta Thu, 2 Oct 2014 17:33:18 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://caturtunggal.com http://caturtunggal.com/images/logo.gif caturtunggal.com Peresmian Jalan Baladewa, di Babarsari http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16383 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16383 Sun, 20 Jan 2013 12:19:41 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16383  

Acara Kluwung Budaya adalah acara kebudayaan saparan yang diselenggarakan rutin setiap tahun sebagai wujud pelestarian budaya di Padukuhan Samirono.
Walaupun tahun ini diselenggarakan secara sederhana tapi sebenarnya ada yang istimewa dari penyelengaraan tahun ini.
Acara Kluwung Budaya tahun ini diselenggarakan & dipadukan dengan peresmian pembangunan di 3 ( tiga ) tempat,yang pertama adalah Peresmian Jalan Baladewa yang telah dirampungkan di Babarsari Padukuhan Tambakbayan.
Jalan ini dibangun dengan dana dari Pemerintah Desa Caturtunggal, swadaya dari masyarakat & investor yang masuk di Caturtunggal.
Pembangunan jalan ini sendiri bertujuan untuk mangurangi kemacetan yang dirasakan di wilayah tersebut & membuka akses jalan alternatif.

 

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Peresmian Balai Budaya Samirono http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16382 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16382 Sun, 20 Jan 2013 12:14:08 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16382 Bertepatan dengan hari istimewa Bapak Kades Agus Santoso, S.Psi yaitu Ulang Tahun beliau, pada tanggal 15 Januari 2013 diresmikan selesainya Pembangunan Balai Budaya Samirono.

Pembangunan Balai Budaya ini sendiri dilaksanakan secara bertahap mulai dari tahun 2004 & mulai digunakan tahun 2007, dengan melalui berbagai proses pembangunan & pemugaran yang akhirnya terselesaikan tahun ini.

Sumber dana yang digunakan adalah dari swadaya masyarakat, Pemerintah Desa Caturtunggal, Pemerintah Kabupaten & para investor.
Sedangkan riwayat tanah yang digunakan sebelumnya adalah tanah warga yang dibeli oleh Pemerintah Desa Caturtunggal & kemudian dihibahkan kepada masyarakat untuk dibangun Balai Budaya.
Harapan Bp. Kades Agus Santoso, S.Psi dalam sambutannya supaya masyarakat bisa memanfaatkan dengan sebaik- baiknya untuk kegiatan kemasyarakatan, seperti PAUD, Posyandu, kegiatan PKK, rapat-rapat Padukuhan dll.
Dan beliau berharap sesuai dengan namanya yaitu "Balai Budaya" bisa menjadi tempat visualisasi seni budaya warga masyarakat untuk mendukung keistimewaan Yogyakarta.

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Syukuran Atas Selesainya Pembangunan Mushola di Balai Desa http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16381 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16381 Wed, 16 Jan 2013 08:41:36 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16381  

 

Pembanguan Mushola Al- Fitroh yang berlokasi di halaman Balai Desa Caturtunggal telah selesai. Syukur Ahamdulillah Pembangunan Mushola yang memakan waktu sekitar 2 bulan ini lancar .Sebagai wujud syukur hari selasa tanggal 15 januari 2013 bertepatan dengan hari jadi Bpk. Kades Caturtunggal  Bpk. Agus Santoso, S PSi yang ke-35 Pemerintah Desa Caturtunggal bersama staf, Pamong , Kepala Dukuh  & Lembaga  mengadakan do'a bersama. Acara diawali dengan sholat magrib bersama, kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah dari Ustad Kapten H. Paidi ( Danramil Kecamatan Depok ) & ditutup dengan sholat Isya' berjamaah.
Mushola Al-Fitroh ini dibangun bertujuan memudahkan akses bagi siapa saja yang akan beribadah dikarenakan Mushola lama letaknya ada di belakang kantor Pemerintah Desa Caturtunggal. Ke depan direncanakan bekas mushola lama akan diperuntukan untuk menambah ruang perkantoran.

Dalam sambutannya Bpk Agus Santoso , S PSi menyebutkan harapannya bahwa dengan dibangunnya Rumah Allah di posisi depan Balai Desa Caturtunggal ini artinya Masjid Al- Fitroh bukan hanya milik Pemerintah Desa & Pamong saja, akan tetapi siapapun dipersilakan & boleh beribadah di dalamnya. Selain itu beliau berharap bisa menambah Ukuwah Islamiyah diantara Pemerintah Desa Caturtunggal dengan masyarakat.

 

 

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Pasar Raya Mrican http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16380 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16380 Tue, 15 Jan 2013 08:25:21 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16380  

Sebuah event yang layak diacungi jempol, demikian salah satu kata sambutan yang diberikan oleh Bapak Kepala Desa Caturtunggal, Bapak Agus Santoso pada pembukaan Pasar Raya Mrican di padukuhan Mrican pada hari minggu, 13 Januari 2013.

Acara yang dimeriahkan dengan berbagai stand makanan dan aneka kerajinan ini juga menghadirkan pameran aneka satwa yang dipersembahkan oleh beberapa warga setempat.

Selain membuka, Bapak Kepala Desa didampingi ibu  juga meninjau seluruh stand dan mencoba berbagai macam produk makanan yang merupakan produk rumahan warga mrican.Acara ini juga menampilkan pentas musik dan berbagai macam tarian tradisional.

Diharapkan acara seperti ini dapat mengasah enterpreneurship dan dapat menginspirasi warga lain atau padukuhan lain, demikian harapan bapak Agus Santoso.

 

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Perayaan Natal di Padukuhan Tambakbayan http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16365 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16365 Wed, 9 Jan 2013 00:13:38 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16365 Tanggal 6 Januari 2013, Warga dan masyarakat Kristiani Padukuhan Tambakbayan mengadakan perayaan Natal yang dihadiri oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, selaku Gubernur DIY. Perayaan Natal kali ini memang istimewa, disamping Ngarso Dalem juga hadir, turut hadir juga Bupati Sleman Bp Sri Purnomo, Wakapolda DIY dan tentu saja Lurah Caturtunggal Bapak Agus Santoso.

Kehadiran Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam perayaan Natal ini sekaligus juga berdialog dengan warga dan masyarakat Tambakbayan, khususnya pendatang dari luar Tambakbayan yang menimba ilmu di Yogyakarta. Seperti diketahui, bahwa Padukuhan Tambakbayan dikelilingi lebih dari 8 perguruan tinggi besar, tentu mahasiswa yang datang beragam, hal inilah yang kadang memicu konflik terutama antar etnis.

Pada kesempatan ini Ngarso Dalem juga memberikan sambutan pada perayaan Natal 2012 yang intinya mengajak masyarakat dan kaum pendatang untuk saling menghargai dan menjunjung tinggi kearifan dan budaya lokal.

Acara perayaan Natal ini dimulai dengan ibadah Natal pada jam 18.00 wib yang kemudian dilanjutkan Perayaan pada pukul 19.30.


]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Desa Caturtunggal http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16335 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16335 Thu, 29 Nov 2012 16:53:10 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16335  

A. KONDISI UMUM WILAYAH
Pada mulanya Desa Caturtunggal merupakan wilayah yang terdiri dari 5 kelurahan, yaitu Kelurahan Karangwuni, Mrican, Demangan, Ambarukmo, dan Kledokan.

kantor desa caturtunggalBerdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka lima kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu desa yang otonom dengan nama Desa Caturtunggal yang secara resmi ditetapkan berdasarkan Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kelurahan.

Desa Caturtunggal termasuk dalam wilayah administratif Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah Desa Caturtunggal terletak dikawasan perkotaan yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta dan terdapat banyak jalan protokol, sehingga lalulintas sangat ramai dan padat sekali. Di samping itu kondisi masyarakatnya juga cukup beragam karena sebagai daerah urban, sehingga kondisi sosialnya sangat komplek dan perkembangan pembangunan sangat cepat.  

B. LUAS DAN BATAS WILAYAH

Luas wilayah Desa Caturtunggal sebesar 889.7480 Ha. Luas wilayah itu terdiri dari :
·Sawah : 30.5142 ha
·Tegal : 137.3503 ha
·Pekarangan : 678.4047 ha
·Lain-lain : 43.4758 ha

Dengan batas wilayah memanjang, dengan batas-batas sebagai berikut :

Batas Utara : Desa Condongcatur
Batas Timur : Desa Maguwoharjo
Batas Selatan : Desa Bangntapan Bantul, dan Kota Yogyakarta
Batas Barat : Sinduadi, Mlati

Jalan yang menghubungkan antara daerah dari Desa Caturtunggal bisa dikatakan sudah cukup baik dan ditunjang dengan adanya sarana transportasi yang memadai, sehingga hal ini berguna bagi kelancaran arus lalu lintas, juga perhubungan dan komunikasi yang mendukung perkembangan, serta dinamika pemerintahan desa. Dengan demikian warga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas social ekonomi.

peta lokasi kantor desa caturtunggal

C. ORBITASI/JARAK DENGAN PUSAT PEMERINTAHAN

Secara geografis letak Desa Caturtunggal terhadap pusat-pusat kota dan pemerintahan relatif dekat sebagai berikut :

Jarak dari Ibu Kota Negara : 630 Km.
Jarak dari Daerah Kota Propinsi : 5,5 Km.
Jarak dari Daerah Kota kabupaten Sleman : 10 Km.
Jarak dari Kecamtan Depok : 0,5 Km.

D. KEADAAN TANAH

Secara umum tanah di desa Caturtunggal tergolong tanah subur, hal ini bisa dilihat dari adanya lapisan humus dalam tanah yang cukup tebal dan dapat kita buktikan dengan tanaman di sawah dengan hasil cukup baik. Warga masyarakatnya sebagian besar bercocok tanam khususnya desa Caturtunggal sebelah timur sungai Gajah Wong. Namun karena kebijakan pemerintah Kabupaten Sleman bahwa wilayah Kecamatan Depok ditetapkan sebagai daerah urban dan daerah pemukiman, sehingga sawah-sawah berubah menjadi bangunan perumahan dan pertokoan. Akhirnya tanah persawahan menjadi menyempit, walaupun demikian pertanian dan petani dalam arti bercocok tanam padi masih tetap eksis.

E. KEADAAN IKLIM

Di lihat dari iklim, maka desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman merupakan dataran rendah dengan ketinggian tanah dari permukaan laut 150 mdpl, dengan suhu rata-rata 26 sampai dengan 32 derajat celcius, dengan curah hujan rata-rata 2704 mm/tahun.

F. KEADAAN AIR

Keadaan air di wilayah desa Caturtunggal cukup memadai karena terdapat aliran selokan mataram, serta dilewati sungai-sungai seperti sungai Code di sebelah barat, sungai Gajah Wong ditengah dan sungai Tambak bayan di sebelah timur, sehingga ini merupakan sumber pengairan bagi pertanian di desa Caturtunggal. Untuk keperluan pemakaian air minum sebagian besar masyarakat menggunakan sumur gali dan sumur pompa sertta berlangganan PDAM.

bantuan apbdes
G. PEMBAGIAN WILAYAH

Selanjutnya desa Caturtunggal terdiri dari 20 padukuhan, 95 RW dan 297 RT, dusun-dusun itu sebagai berikut:

Wilayah Dukuh
·Wilayah Dusun Manggung : Mujimin
·Wilayah Dusun Karangwuni : Sarwiyono
·Wilayah Dusun Kocoran : Kus Indarti, SH.
·Wilayah Dusun Blimbingsari : Ir. Handoko Wardoyo
·Wilayah Dusun Sagan : Purwanto
·Wilayah Dusun Samirono : Dimyati 
·Wilayah Dusun Karangmalang : Salamun
·Wilayah Dusun Karanggayam : Priyanto, BA
·Wilayah Dusun Mrican : Much. Suyudno
·Wilayah Dusun Santren : Suripto
·Wilayah Dusun Papringan : Giyono DS.
·Wilayah Dusun Ambarrukmo : HM. Syamsudin
·Wilayah Dusun Gowok : H. Pujo Wiratno
·Wilayah Dusun Nologaten : Sagimin, B.Sc
·Wilayah Dusun Tempel : Masijan
·Wilayah Dusun Janti : Sutardi
·Wilayah Dusun Ngentak : Rubimin
·Wilayah Dusun Tambakbayan : Widodo DM.
·Wilayah Dusun Kledokan : Supriyono
·Wilayah Dusun Seturan : Sujito

H. STRUKTUR PEMERINTAH DESA

a. Kepala Desa : Agus Santoso
b. Sekretaris Desa : Aminudin Aziz, S.Si
c. Ka. Bag Pemerintahan : H. Djuminggir
d. Ka. Bag. Pembangunan : H. Kusmono, S.Ag, S.IP.
e. Ka. Bag. Kemasyarakatan : Asrori
f. Ka. Bag. Keuangan : Drs. H. Sunarjo
g. Ka. Bag. Pelayanan Umum : Bambang Harjati Susetyo
h. Ka.Ur. Perencanaan : Andi Suwarno, S.IP.
i. Staf Pamong Desa :
1.Pudjihardjo
2.Sarono
3.Tugimin
4.Gatot Budi Prasetyo
5.Djunadi
6.Sugiyono JP, BcHK, S.IP.
7.Marsudi, S.IP.
8.Sunargito
9.Suparmi
10.R. Sudarmojo
11.Yuli Purnomo
12.Hari Purnomo
13.Hadi Susanto
14.Mursinah

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Gelar Seni Budaya http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16340 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16340 Thu, 29 Nov 2012 16:48:16 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16340 Berada di tengah hiruk pikuk keramaian kota bukan berarti tak ada kegiatan seni budaya yang diuri-uri oleh masyarakat. Contohnya di Desa Caturtunggal, Depok, Sleman. Desa yang merupakan pusat metropolitan Kecamatan Depok itu tetap menyuguhkan kebudayaan peninggalan nenek moyang. 

Seperti gelaran pada Sabtu (24/3) di Padukuhan Karangmalang diadakan kirab budaya. Kirab melibatkan lebih 750 orang. Kendati di pedukuhan tersebut ada sebuah kampus perguruan tinggi yang sarat modernisasi, tetap tak menghilangkan nilai sakral kirab budaya. Kegiatan itu sekaligus menjadi ajang eksplorasi warga Karangmalang. 
Ada kelompok seni budaya jathilan. Anak-anak TK bermain drum band pun tak kalah unjuk kebolehan. Layaknya kirab pada  umumnya, peserta dibagi atas bregada-gregada berpakaian ala prajurit keraton, baik pria maupun wanita. 
Tak ketinggalan gunungan hasil bumi yang diarak di tengah barisan. Gunungan berupa buah dan sayuran, sebagai perlambang kemakmuran. Dan suburnya tanah Caturtunggal meski berada di perkotaan.
Ini sebagai momentum pembentukan jati diri dan cikal bakal Karangmalang sebelum berkembang modern seperti saat ini,  ujar Soegiman, ketua panitia acara. 
Kirab ditujukan agar masyarakat yang menyaksikan acara tak tebuai oleh desakan modernisasi yang condong kearah  negatif. Setiap warga harus ingat oleh akar budaya yang menjadi penopang kekhasan sebagai orang timur. Misalnya, pengaruh budaya barat yang tak sesuai dengan tradisi bangsa, berupa tata krama dan adat istiadat. Soegiman menegaskan bahwa budi pekerti dan adat ketimuran tak boleh lekang oleh zaman dan arus teknologi modern. 
Selain nguri-nguri budaya Jawa, kirab sekaligus sebagai tanda mulainya bulan gotong royong di Caturtunggal. Pembukaan  acara diawali dengan penabuhan kendang oleh Kades Caturtunggal Agus Santoso diiringi irama gong yang titabuh oleh Camat Depok Krido Suprayitno. 
Sebelum menjabat kepala desa, Agus lebih terkenal sebagai penabuh kendang ketuk jaipongan. Itu tak lepas dari  peranannya di sebuah kelompok seni campur sari Cindelaras. Meski sudah jadi Kades, setiap kali ada permintaan menabuh kendang, tak masalah bagi saya, ujarnya.

seni budaya

Agus mengatakan program gotong royong sengaja dibalut dengan nuansa dan semangat seni budaya sebagai bentuk upaya  pelestarian. Kegiatan kirab budaya mendapat respons positif dari masyarakat yang menonton. Rianti, 20, salah seorang penonton, mengaku salut dengan kiprah warga Karangmalang yang konsisten mempertahankan kegiatan berbasis budaya. 
Kampus memang identik dengan kemajuan teknologi. Tapi kebudayaan mampu menjadi unsur yang memperkaya modernisasi,  tutur mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta ini. (radarjogja.com)

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Peresmian di Blimbingsari http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16339 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16339 Thu, 29 Nov 2012 16:43:26 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16339 Padukuhan Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman meresmikan pembangunan sejumlah  infrastruktur desa. Dana paling besar terserap untuk pembangunan Gedung Balai Warga RT 4, RW 16 dengan ukuran 72 meter persegi.

Menurut Dukuh Blimbingsari, Handoko Wardoyo, pembangunan ini menelan dana hingga Rp57 juta yang diproleh dari dana gotong royong, ADD dan dana penyeimbang sebesar Rp4 juta. Sedangkan dana swadaya masyarakat mencapai Rp53 juta.

“Gedung ini rencananya akan difungsikan sebagai tempat pertemuan warga dan latihan  sejumlah kegiatan kesenian dan budaya. Diharapkan dengan gedung baru ini bisa memacu warga untuk lebih bersemangat dalam menjalin kebersamaan,” kata Handoko.
Peresmian gedung


Selain gedung, masih ada pengaspalan jalan seluar 892 meter persegi yang menelan dana Rp49 juta. Sebanyak Rp30 juta merupakan dana dari pemerintah desa lewat pajak dan retribusi. Sedangkan sisanya merupakan dana swadaya masyarakat mencapai Rp19 juta.
Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso menuturkan, sejumlah pembangunan yang dilakukan Pemdes pada 2012 ini, menjadi simbol keseriusan pemberdayaan masyarakat. Dia berharap hasil pembangunan ini bisa dimanfaatkan warga sebaik mungkin.(harianjogja.com)

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/
Sepeda Gembira "Gowes" http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16338 http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16338 Thu, 29 Nov 2012 16:38:21 +0700 Agus Santoso S.Psi Informasi http://caturtunggal.com/?pg=articles&article=16338 TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Desa Caturtunggal Agus Santoso, resmikan pembentukan komunitas "gowes" di Kantor Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, pada Jumat (16/03/2012) malam.
Paguyuban bersepeda bernama Caturtunggal Bicycle Club (CBC) ini, merupakan sebuah komunitas yang dimotori para pamong desa. Namun, kemudian keanggotaannya berkembang dengan melibatkan masyarakat luas. Hingga terakhir tercatat ada 60 anggota yang biasa beraktivitas pada hari Sabtu dan Minggu. "Banyak aspirasi dari masyarakat yang ingin ikut bergabung dalam komunitas ini," jelasnya.

Untuk mendukung kegiatan positif CBC, tak tanggung - tanggung, Agus menerbitkan Surat  Keputusan (SK) resmi pembentukan komunitas tersebut. Selain itu, kepala desa yang sudah memimpin sejak tahun 2007 ini juga mengalokasikan anggaran untuk merangsang aktivitas yang postifi. Ia berharap, melalui komunitas bersepeda, maka akan tercipta kedekatan yang lebih akrab antara pamong desa dengan masyarakat luas. Terutama dalam suasana yang informal dan penuh keakraban. Wajar saja, lantaran selama ini hampir selalu dilaksanakan dalam suasana yang formal. "Aspirasi justru lebih mudah diperoleh dalam suasana yang penuh keakraban," jelasnya.

gowes

Ke depannya, melalui komunitas bersepeda, akan terlahir unit - unit usaha yang terkait erat dengan kegiatan bersepeda. Semisal satu diantaranya muncul bengkel sepeda yang dikelola masyarakat setempat. "Bagi sebagian orang mungkin tidak terpikirkan sampai kesitu, tapi saya yakin akan merangsang kreativitas warga. Coba saja, kalau sepedanya rusak, bisa diperbaiki di bengkel sendiri, kan bisa memberdayakan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Asrori selaku pembina CBC mengimbau agar semangat dalam komunitas bersepeda ini bisa terus dipelihara. Untuk mewujudkannya, diperlukan pertemuan rutin antar anggotanya. "jangan hanya semangat di awal saja, tapi harus terpelihara bahkan bisa berkembang. Apalagi, sudah diterbitkan SK Kepala Desa," imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Didit seorang anggota CBC, menyampaikan rasa senangnya atas peresmian komunitas tersebut. Bahkan ia pun mempersembahkan sebuah gambar yang dijadikan background logo CBC. "Saya bahkan malan ini tak bisa tidur, tak sabar menunggu hari Sabtu," candanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

]]>
http://caturtunggal.com/rss-comments/